
Insight kecerdasan keputusan, kerangka berpikir terstruktur, dan praktik terbaik untuk organisasi yang mengambil keputusan dengan serius.

Francis Galton pergi ke sebuah pameran desa dengan harapan untuk membuktikan bahwa pemilih rata-rata tidak ada harapan. Sebaliknya, median dari 787 tebakan tentang berat daging seekor sapi berada dalam 1% dari kebenaran — lebih baik daripada para ahli ternak. Kisah lengkap dari eksperimen yang mendirikan kebijaksanaan kerumunan: metodologi, statistik, peringatan, dan apa artinya bagi cara tim memutuskan hari ini.

Dari seorang matematikawan Prancis abad ke-18 hingga laboratorium AI MIT, ilmu kecerdasan kelompok telah berkembang melalui enam era. Berikut adalah sejarah lengkapnya.

Penelitian menunjukkan bahwa tim yang terdiri dari pemikir yang beragam mengungguli tim yang terdiri dari para ahli dengan IQ tinggi. Berikut adalah sainsnya—dan mengapa ini lebih rumit daripada yang disarankan oleh judulnya.

Dinamika kerumunan yang sama yang menghasilkan kebijaksanaan dapat menghasilkan kegilaan. Dari mania tulip hingga kerumunan Twitter, inilah ilmu tentang kegagalan kolektif—dan bagaimana mencegahnya.

Pada tahun 1785, seorang matematikawan Prancis membuktikan bahwa mayoritas hampir selalu benar—jika setiap pemilih lebih mungkin benar daripada salah. Teorema ini sekarang mendukung AI ensemble.

Bosankah Anda dengan rapat di mana orang berbicara tanpa mengatakan apa-apa? Pelajari cara mengubah waktu rapat yang terbuang menjadi keputusan yang terfokus dan efisien dengan persiapan argumen sebelum rapat, penilaian waktu nyata, dan pelacakan keputusan yang lengkap — berdasarkan penelitian yang dipublikasikan tentang pemborosan rapat.

Pada tahun 1785, Condorcet membuktikan secara matematis bahwa kelompok mengungguli individu ketika perspektif digabungkan dengan benar. Proyek Aristotle dari Google mengonfirmasi hal ini: keamanan psikologis memprediksi efektivitas tim lebih baik daripada siapa yang ada di dalam tim. Inilah yang dikatakan oleh ilmu pengetahuan — dan kapan TIDAK untuk berkolaborasi.

Pada tahun 2018, Google menciptakan gelar pekerjaan baru: Chief Decision Scientist. Mengapa? Karena memiliki data tidak sama dengan menggunakan data dengan baik. Decision Intelligence — yang diciptakan oleh Lorien Pratt, dioperasionalkan oleh Cassie Kozyrkov — menjembatani kesenjangan antara wawasan dan dampak. Berikut adalah kerangka kerja di balik pasar senilai $68B.

Pada tahun 2018, Jeff Bezos mengungkapkan filosofi pengambilan keputusannya: "Anda dibayar untuk membuat sejumlah kecil keputusan berkualitas tinggi." Dia mengakui pendekatan Warren Buffett. Berikut adalah wawancara lengkapnya, aturan jam 10 pagi, dan mengapa "keputusan insting" tidak seperti yang Anda pikirkan.

Jeff Bezos mengakui Warren Buffett sebagai inspirasi untuk filosofi keputusannya. Tapi apa yang sebenarnya dikatakan Buffett sendiri? Aturan kartu punch 20-slotnya, analogi titik manis Ted Williams, "kelesuan yang mendekati kemalasan," dan mengapa dia membaca 500 halaman sehari. Filosofi nyata di balik $900 miliar.

Dalam percakapan Lex Fridman baru-baru ini, Elon Musk menghitung secara terbuka: "Nilai marginal dari keputusan yang baik bisa dengan mudah, dalam satu jam, mencapai seratus juta dolar." Bezos menghitung keputusan per hari. Buffett membaca 500 halaman untuk bersiap. Musk menghargai satu jam. Inilah mengapa angka tersebut bukan sekadar keberanian—dan apa artinya bagi setiap organisasi di setiap skala.
Gabunglah dengan ratusan organisasi yang menggunakan Argumentree untuk mengatur argumen, melacak keputusan, dan membangun pengetahuan institusional.
Mulai Uji Coba Gratis 14 Hari